<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Emotional Balancing</title>
	<atom:link href="http://arysakty.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arysakty.wordpress.com</link>
	<description>Kontemplasi,Narasi,Improvisasi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Nov 2009 07:32:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='arysakty.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My Emotional Balancing</title>
		<link>http://arysakty.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://arysakty.wordpress.com/osd.xml" title="My Emotional Balancing" />
	<atom:link rel='hub' href='http://arysakty.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU: menyatukan pecahan-pecahan sosiologis</title>
		<link>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/sosiologi-sebagai-ilmu-menyatukan-pecahan-pecahan-sosiologis/</link>
		<comments>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/sosiologi-sebagai-ilmu-menyatukan-pecahan-pecahan-sosiologis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 06:18:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arysakty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[s]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arysakty.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Kedua metode ini dapat digunakan untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena sosial yang ada. Namun meskipun terdapat banyak kesamaan antara dua metode ini, terdapat perbedaan yang sangat besar diantara keduanya. Bila model statistik bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara variabel yang terukur pada satu waktu tertentu, simulasi sangat memperhatikan keseluruhan proses yang terjadi. Dalam simulasi, dapat diperoleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arysakty.wordpress.com&amp;blog=822559&amp;post=26&amp;subd=arysakty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kedua metode ini dapat digunakan untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena sosial yang ada. Namun meskipun terdapat banyak kesamaan antara dua metode ini, terdapat perbedaan yang sangat besar diantara keduanya. Bila model statistik bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara variabel yang terukur pada satu waktu tertentu, simulasi sangat memperhatikan keseluruhan proses yang terjadi. Dalam simulasi, dapat diperoleh penjelasan yang eksplisit tentang proses yang terjadi pada fenomena sosial yang dimodelkan. <span id="more-26"></span>Hal yang kontras terjadi pada pemodelan secara statistik, yaitu pada metode ini akan dihasilkan pola dari hubungan-hubungan antara variabel yang diukur, namun dia tidak dapat memodelkan mekanisme yang mendasari hubungan-hubungan tersebut. </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arysakty.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arysakty.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arysakty.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arysakty.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arysakty.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arysakty.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arysakty.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arysakty.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arysakty.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arysakty.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arysakty.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arysakty.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arysakty.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arysakty.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arysakty.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arysakty.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arysakty.wordpress.com&amp;blog=822559&amp;post=26&amp;subd=arysakty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/sosiologi-sebagai-ilmu-menyatukan-pecahan-pecahan-sosiologis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">arysakty</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MERETAS JALAN SOSIOLOGI: obyek-obyek ekonomi</title>
		<link>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-obyek-obyek-ekonomi/</link>
		<comments>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-obyek-obyek-ekonomi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 06:13:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arysakty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[sosiologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-obyek-obyek-ekonomi/</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimanapun, hari ini ekonomi telah menjadi disiplin ilmu tersendiri yang berkenaan dengan analisis masyarakat dengan aspek-aspek khusus sebagai efek dari modernisme dan penggunaan yang sangat luas uang dan modal. Ekonomi sendiri bahkan menjadi sedemikian luas sehingga perlu mendapat kategorisasi atas berdasarkan obyek yang hendak menjadi fokus studinya, yaitu MAKROEKONOMI dan MIKROEKONOMI. Ekonomi biasanya berbicara tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arysakty.wordpress.com&amp;blog=822559&amp;post=25&amp;subd=arysakty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimanapun, hari ini ekonomi telah menjadi disiplin ilmu tersendiri yang berkenaan dengan analisis masyarakat dengan aspek-aspek khusus sebagai efek dari modernisme dan penggunaan yang sangat luas uang dan modal. Ekonomi sendiri bahkan menjadi sedemikian luas sehingga perlu mendapat kategorisasi atas berdasarkan obyek yang hendak menjadi fokus studinya, yaitu MAKROEKONOMI dan MIKROEKONOMI. <span id="more-25"></span></p>
<p>Ekonomi biasanya berbicara tentang akumulasi modal, alokasi sumber daya, masalah tenaga kerja, mata uang, bank, dan sebagainya yang telah berdiri sendiri sebagai kaisar yang sangat populer dalam urusan kemasyarakatan, pemerintahan, dan politik. Sejarah perkembangan ekonomi telah bersimpangan dengan sejarah perkembangan sosiologi sendiri. Pengembangan pasca Adam Smith telah sedemikian jauh dan terspesialisasi atas masalah-masalah seperti pengangguran, mobilitas regional, hingga ke motif-motif ekonomi. Tak jarang memang kebijakan ekonomi mengandung kebijakan-kebijakan politik dan sebaliknya. Tokoh ekonomi modern yang terkenal adalah John Maynard Keynes (1883-1946) yang selama depresi dunia 1930 menjelaskan siklus pasang surut ekonomi yang menggerogoti kapitalisme. Keynes dikenal dan menjadi inspirasi atas teorinya tentang ketenagakerjaan, interes, uang dan fluktuasi ekonomi. </p>
<p>Saat ini teori Keynes telah sangat banyak mendapat perubahan dengan pengembangan berbagai model matematika dan komputasi yang secara khusus membahas berbagai fenomena ekonomi.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arysakty.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arysakty.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arysakty.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arysakty.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arysakty.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arysakty.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arysakty.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arysakty.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arysakty.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arysakty.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arysakty.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arysakty.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arysakty.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arysakty.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arysakty.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arysakty.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arysakty.wordpress.com&amp;blog=822559&amp;post=25&amp;subd=arysakty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-obyek-obyek-ekonomi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">arysakty</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MERETAS JALAN SOSIOLOGI: set-back posmodernisme</title>
		<link>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-set-back-posmodernisme/</link>
		<comments>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-set-back-posmodernisme/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 06:10:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arysakty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[sosiologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-set-back-posmodernisme/</guid>
		<description><![CDATA[Jika kita membicarakan sosiologi dan sejarah yang melahirkannya, seringkali kita terjebak pada diskusi filsafat dan metafisika yang menjadi dasar transendental lahirnya sebuah teori sosiologis. Ini tak terjadi pada bidang ilmu alam, karena memang ilmu alam memiliki seperangkat piranti empiris yang segera dapat menguji keabsahan sebuah teori. Sistem sosial sangat berbeda dengan sistem di alam, karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arysakty.wordpress.com&amp;blog=822559&amp;post=24&amp;subd=arysakty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika kita membicarakan sosiologi dan sejarah yang melahirkannya, seringkali kita terjebak pada diskusi filsafat dan metafisika yang menjadi dasar transendental lahirnya sebuah teori sosiologis. Ini tak terjadi pada bidang ilmu alam, karena memang ilmu alam memiliki seperangkat piranti empiris yang segera dapat menguji keabsahan sebuah teori. Sistem sosial sangat berbeda dengan sistem di alam, karena ia sangat dekat dengan manusia dan kehidupan sosialnya, obyek sains yang sangat tinggi derajat kebebasan ruang pengalamannya<span id="more-24"></span>Pengalaman ini dialami oleh alam filosofis yang dikenal dengan posmodernisme. Pada awalnya, posmodernisme adalah sebuah terminologi yang diungkapkan oleh sosiolog Perancis, Jean-François Lyotard (1924-1998). Lyotard pada awalnya tertarik pada studi-studi fenomenologi, dan filsafat paganisme. Ia berubah haluan dengan banyak berbicara tentang kondisi posmodernisme. Dalam paradigma Lyotard, kondisi posmodernisme adalah kondisi ketidakpercayaan sosial atas metanarasi. Metanarasi diartikan sebagai cerita atau teori keseluruhan tentang sejarah dan tujuan dari manusia yang menjadi dasar dan pengabsahan pengetahuan dan praktik budaya. Lyotard menggambarkan bagaimana situasi sosial setelah sekian lama dalam era modernisme (pasca pencerahan) dalam mengembangkan teknologi komputer, digitalisasi di mana-mana dan sebagainya dan mengkontraskannya dengan pendekatan filsafat sosial klasik seperti Hegel, Marx, dan seterusnya. </p>
<p>Belakangan, pendapat tentang posmodernisme yang seringkali memang bersandar pada studi linguistik Swiss, Ferdinand de Saussure (1857-1913), berkembang menjadi studi filsafat dan linguistik yang juga menghasilkan klaim-klaim dalam ilmu sosial. Inti pendekatan linguistik (disebut dengan istilah INTERTEKSTUALITAS) difahami sebagai rantai elemen bahasa yang bebas makna, karena satu kata ber-referensi atas kata lain, dan kata lain ber-referensi atas kata lain dan seterusnya dalam rantai yang luar biasa panjang. Hal ini memunculkan di antaranya filsuf sosial dan kritikus budaya Perancis yang sarat kontroversi, Jean Baudrillard, dua orang teoretisi Perancis, Gilles Deleuze dan Felix Guattari, teoretisi Frederic Jameson, dan sebagainya, dengan berbagai pendapat dan terminologi yang mengimpor istilah-istilah sains, khususnya fisika seperti teori chaos, dan sebagainya yang dianggap memelintir makna istilah tersebut dari makna aslinya di fisika. Mereka menggunakan banyak tradisi teori psikoanalisis Jaques Lacan yang seringkali pula menggunakan terminologi serupa. Hal ini dikritik dengan keras oleh fisikawan Alan Sokal, yang menunjukkan seringnya pemelintiran istilah-istilah fisika ini dalam literatur sosial dan bahkan tidak diakui sebagai sekadar metafora. Penggunaan istilah ini cenderung menjadi tren tersendiri dalam kritik budaya yang cenderung memperindah teks-teks yang ada namun cenderung miskin makna. </p>
<p>Hal inilah yang melahirkan apa yang disebut &#8216;perang sains&#8217; antara kritikus budaya dan sekelompok fisikawan. Posmodernis atau juga akhirnya sering disebut pos-strukturalis cenderung tetap untuk ngotot dengan cara mereka. Para fisikawan tersebut di sisi lain tidak mau tahu dan menganggap hal ini sebagai bentuk impotensi dari ilmuwan sosial. Hal ini menjadi skandal dalam sains sosial, khususnya sains dan filsafat sosial Perancis abad ke-20. </p>
<p>Dalam &#8216;perang sains&#8217; yang sangat merunyamkan pengembangan analitis sosiologi ini, beberapa ilmuwan mengembangkan MESIN DADA dengan menunjukkan bahwa filsuf-filsuf sosial tersebut memiliki semacam &#8220;ketakmampuan mental&#8221;, dirancanglah sebuah perangkat lunak komputer yang menggambarkan cara menulis &#8216;analisis&#8217; dengan pendekatan-pendekatan posmodern yang cenderung menggunakan metafora-metafora yang rumit yang diimpor dari berbagai teks ilmu alam, ilmu sosial klasik, sastra dan budaya pop, pembuatan terminologi dan istilah baru, namun pada dasarnya tidak menunjukkan analisis apapun. Kita tinggal memasukkan daftar pustaka, kata kunci, dan seterusnya untuk menghasilkan karya-karya yang tak jauh berbeda dengan karya filsuf sosial posmodernisme atau disertasi doktoral dalam studi posmodernisme (diuji cobakan secara praktis dan terbukti). Hal ini merupakan tantangan yang sangat berat bagi pengembangan ilmu sosial yang datang dari kekhilafan akan lemahnya kesinambungan antara metodologi dan konstruksi teoretis.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arysakty.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arysakty.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arysakty.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arysakty.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arysakty.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arysakty.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arysakty.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arysakty.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arysakty.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arysakty.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arysakty.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arysakty.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arysakty.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arysakty.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arysakty.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arysakty.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arysakty.wordpress.com&amp;blog=822559&amp;post=24&amp;subd=arysakty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-set-back-posmodernisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">arysakty</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MERETAS JALAN SOSIOLOGI: studi-studi budaya</title>
		<link>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-studi-studi-budaya/</link>
		<comments>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-studi-studi-budaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 06:08:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arysakty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[sosiologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-studi-studi-budaya/</guid>
		<description><![CDATA[Budaya adalah sebuah obyek studi yang menarik dalam sosiologi. Hal ini dikemukakan oleh teoretisi sosial Douglas Kellner yang menunjukkan pentingnya studi multidispliner dalam memahami budaya. Hal ini diawali di Inggris oleh Studi Budaya Birmingham yang melihat budaya dalam perspektif politik, kemasyarakatan dan budaya itu sendiri. Studi budaya tidak lagi didominasi oleh studi obyek-obyek budaya tinggi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arysakty.wordpress.com&amp;blog=822559&amp;post=23&amp;subd=arysakty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Budaya adalah sebuah obyek studi yang menarik dalam sosiologi. Hal ini dikemukakan oleh teoretisi sosial Douglas Kellner yang menunjukkan pentingnya studi multidispliner dalam memahami budaya. Hal ini diawali di Inggris oleh Studi Budaya Birmingham yang melihat budaya dalam perspektif politik, kemasyarakatan dan budaya itu sendiri. Studi budaya tidak lagi didominasi oleh studi obyek-obyek budaya tinggi (avant-garde) namun juga membedah secara langsung budaya kontemporer yang berkembang di tengah masyarakat, mulai dari komik, bacaan, sains, hingga film. <span id="more-23"></span>Studi budaya seringkali dikaitkan dengan studi-studi poskolonial yang hampir paralel dengan teori-teori yang dikembangkan mazhab Frankfurt yang ingin membedah terjadinya penjajahan baru melalui obyek-obyek kultural. Semangat ini dikembangkan dalam teoretisi politik Amerika Serikat, Edward Said (1935-2003), dengan konteks pembedaan struktur sosial di belahan barat dan timur. </p>
<p>Secara umum, studi budaya menjalin studi yang melibatkan banyak analisis dan studi dalam disiplin studi komunikasi, politik, ekonomi, dan studi tentang linguistik atau semiologi. Semiologi merupakan bidang ilmu yang mempelajari konsep tanda sebagai elemen penyusun obyek budaya. </p>
<p>Salah satu pengayaan kajian sosiologi budaya dikembangkan oleh sosiolog Perancis, Pierre Bordieu (1930-2002), yang mempelajari bagaimana pola budaya yang terbentuk atas ruang pengalaman sosial manusia yang menyentuh hampir seluruh sisi kehidupan masyarakat modern, mulai dari sains, budaya pop, televisi, dan sebagainya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arysakty.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arysakty.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arysakty.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arysakty.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arysakty.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arysakty.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arysakty.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arysakty.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arysakty.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arysakty.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arysakty.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arysakty.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arysakty.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arysakty.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arysakty.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arysakty.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arysakty.wordpress.com&amp;blog=822559&amp;post=23&amp;subd=arysakty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-studi-studi-budaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">arysakty</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MERETAS JALAN SOSIOLOGI: interaksionisme simbol</title>
		<link>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-interaksionisme-simbol/</link>
		<comments>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-interaksionisme-simbol/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 06:07:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arysakty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[sosiologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-interaksionisme-simbol/</guid>
		<description><![CDATA[Di dekat sebuah warkop, tiga ekor anjing sedang berkelahi. Anjing yang satu mulai menggertak dengan menggeram, menunjukkan deretan giginya, dan mulai mengambil ancang-ancang untuk menyergap lawannya. Anjing kedua ketakutan, lalu lari tunggang langgang karena tubuhnya memang paling kecil, sementara anjing ketiga menanggapi yang pertama dengan juga menggeram dan menunjukkan giginya, siap untuk balas menyerang. Anjing [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arysakty.wordpress.com&amp;blog=822559&amp;post=22&amp;subd=arysakty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di dekat sebuah warkop, tiga ekor anjing sedang berkelahi. Anjing yang satu mulai menggertak dengan menggeram, menunjukkan deretan giginya, dan mulai mengambil ancang-ancang untuk menyergap lawannya. Anjing kedua ketakutan, lalu lari tunggang langgang karena tubuhnya memang paling kecil, sementara anjing ketiga menanggapi yang pertama dengan juga menggeram dan menunjukkan giginya, siap untuk balas menyerang. Anjing pertama setelah melihat reaksi anjing ketiga akan menunjukkan perubahan diri, ia memperkeras geramannya. Hal ini mengundang respon anjing ketiga tersebut, dan seterusnya.</p>
<p>Dua mahasiswa yang sedang duduk di warkop tersebut melihat anjing yang berkelahi itu, tadinya sedang bertukar cerita tentang orang tua masing-masing. Anak pertama berseru melihat anjing yang hendak berkelahi itu, dan membelokkan pembicaraan menjadi tentang anjingnya yang dua tahun lalu hilang. Ternyata anak kedua tak menyukai topik pembicaraan itu, ia memberi respon dengan melihat ke langit-langit, sesekali melihat jam tangannya, dan seterusnya<br />
<span id="more-22"></span>Perilaku tiga anjing dan dua mahasiswa itu merupakan ikhwal bahasa isyarat. Menunjukkan gigi sambil menggeram, lari tunggang langgang, melihat langit-langit dan jam tangan, dan seterusnya merupakan bahasa isyarat, masing-masing kemarahan, rasa takut, dan kebosanan. Ini adalah inti dari teori interaksionisme simbol yang didirikan oleh sosiolog Amerika, George Herbert Mead (1863-1931), yang juga dikenal sebagai seorang sosiolog pragmatis, karena ia berkeyakinan bahwa semua teori sosial yang ada harus dapat diuji secara praktis, termasuk semua hal tentang kebenaran, pengetahuan, moralitas, dan politik. Interaksionisme simbol merupakan teori yang dicanangkannya sebagai studi perilaku individu dan atau kelompok kecil masyarakat melalui serangkaian pengamatan dan deskripsi. Metode ini berlandaskan pada pengamatan atas apa yang diekspresikan orang meliputi penampilannya, gerak-geriknya, dan bahasa simbolik yang muncul dalam situasi sosial. Jadi sangat berbeda dengan pendekatan yang terinspirasi dari Marxisme yang ingin mempelajari seluruh sistem ekonomi dan politik, para interaksionis mengambil cara pandang akan masyarakat dari bawah, sebagaimana situasi yang diciptakan oleh individu-individu tersebut. </p>
<p>Dengan pendekatan ini Mead dikenal juga sebagai seorang psikolog sosial, karena memang pada akhirnya ia banyak berbicara tentang proses berfikir, konsep diri dalam organisasi sosial, dan pola-pola pengambilan peran orang lain sebagai dasar organisasi sosial. </p>
<p>Kontribusi untuk teori sosial ini juga dilakukan oleh Charles Horton Cooley (1864-1929), seorang sosiolog Amerika yang pernah dekat dengan Mead. Cooley membangun teori relasi sosial yang tak bertitik berat pada kondisi individual (MIKRO) maupun sosial (MAKRO), dengan meyakini bahwa kedua hal itu tak bisa dipisah-pisahkan. Cooley banyak berbicara tentang konsep diri (disebutnya konsep melihat diri di kaca), sifat-sifat manusia, kelompok primer dalam pembentukan sifat manusia, interaksi antara pemimpin politik dan massanya, dan pentingnya arti sosial dalam nilai keuangan. Dalam beberapa hal, Cooley menunjukkan dilema yang dihadapi antara hal-hal yang menjadi warisan biologis dan hal-hal yang menjadi warisan lingkungan sosial. </p>
<p>Hal menarik yang ditunjukkan oleh Cooley adalah perumpamaannya yang mengatakan bahwa sebuah kapal yang dibangun oleh seratus orang yang berbeda, sangat berbeda dengan seratus kapal yang masing-masing dibangun oleh satu orang untuk menjelaskan terjadinya pandangan umum dalam masyarakat yang dibentuk oleh pandangan-pandangan umum yang dimiliki oleh tiap individu yang membangun masyarakat. Pandangan umum MEMBROJOL (emergent) dari pandangan-pandangan individual. Inilah yang menjadi pusat kajiannya.</p>
<p>Di sisi lain, William I. Thomas (1863-1947), juga sosiolog interaksionis Amerika, memusatkan teorinya atas sifat saling ketergantungan organis antar individu dan lingkungan sosialnya dengan metoda yang hampir dapat dikatakan sama dengan metode Mead dan Cooley. Misalnya, Thomas berusaha mengidentifikasi faktor-faktor psikologis dan biologis yang dibawa sejak lahir dan menjelaskan perilaku manusia itu; ia menyimpulkan ada empat hal dasar keinginan manusia, yaitu </p>
<p>(1) keinginan untuk pengalaman baru<br />
(2) keinginan untuk dihargai<br />
(3) keinginan untuk menguasai<br />
(4) keinginan untuk merasa aman</p>
<p>Thomas yakin bahwa perilaku manusia tidak dapat dimengerti dengan baik semata sebagai respon reflektif dari stimulus lingkungan. Ia percaya bahwa ada definisi subyektif yang penting yang ada di antara stimulus dan respon.</p>
<p>Interaksionisme simbol Mead-Cooley-Thomas ini mendapat sambutan dari banyak sosiolog Amerika bahkan hingga kini. </p>
<p>Manford Kuhn (1904-1968), sosiolog yang ingin menstrukturkan metodologi empiris dalam interaksionisme simbol, menyatakan bahwa perlu beberapa perspektif teoretis yang sifatnya terbatas yang tergabung dalam interaksionisme, yaitu teori peran, teori kelompok referens, perspektif persepsi sosial dan persepsi pribadi, teori diri, dan teori dramaturgi. Intinya, Kuhn ingin membuat strategi pengukuran empiris atas konsep-konsep interaksionisme simbol tersebut. Kontribusinya yang terkenal adalah 20-UJI-PERNYATAAN untuk mengukur analisis diri; isinya adalah 20 respon yang diminta dari orang terhadap pertanyaan &#8220;Siapakah saya?&#8221;.</p>
<p>Hal ini ditentang oleh seorang murid Mead, Herbert Blumer (1900-1987), dengan mengatakan bahwa metoda pengukuran empiris itu bertentangan dengan konsep BROJOLAN (emergence) dari kenyataan sosial. Bagi Blumer, brojolan itu lahir dari aksi dan interaksi, dan segala upaya yang ingin mengukur konsep diri tanpa memperhitungkan aksi dan interaksi berakibat fatal dan gagal dalam mengukur konsep diri dalam sistem sosial. Bagi Blumer, kenyataan sosial dan strukturnya pada dasarnya tak pernah tetap melainkan terus memiliki dinamika oleh karena interaksi antar individu tak pernah berhenti. Segi-segi struktural seperti budaya, sistem sosial, stratifikasi sosial, atau peran sosial MEMBENTUK tindakan individu, tapi TIDAK MENENTUKAN tindakan mereka. Orang yang bermain sebagai penjaga gawang dalam permainan sepak bola TERBENTUK perilakunya dalam pertandingan sepak bola, tapi TIDAK MENENTUKAN bagaimana ia harus bertindak saat gawangnya terancam serangan lawan.</p>
<p>Seorang sosiolog interaksionis lain, Erving Goffman (1922-1983), menitikberatkan teorinya pada konsep dramaturgi. Ia menganalisis berbagai strategi individu dalam meraup kepercayaan sosial melalui konsep-konsep teater, seperti manajemen kesan dan sebagainya. Misalnya, ia menganalisis bagaimana orang cenderung untuk saling menutupi kesalahan dengan teman, atau minimal berpura-pura tidak tahu dan tidak memperhatikan kesalahan teman, dan seterusnya. Pendeknya, baginya sosiologi adalah upaya membedah interaksi antar individu atau kelompok kecil dengan audiensnya, yaitu sistem sosial secara keseluruhan. Lebih jauh ia juga banyak berbicara tentang dasar kontekstual interaksi sosial seperti PEMAHAMAN BERSAMA sebagai KERANGKA di mana peristiwa-peristiwa sosial terjadi. Pendeknya dengan memperhatikan simbol-simbol yang digunakan oleh individu dalam interaksi sosial, interaksionis berkeinginan untuk mencari keterhubungan antara BROJOLAN yang terjadi dari tingkat MIKROSOSIAL ke MAKROSOSIAL secara komprehensif.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arysakty.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arysakty.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arysakty.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arysakty.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arysakty.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arysakty.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arysakty.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arysakty.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arysakty.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arysakty.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arysakty.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arysakty.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arysakty.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arysakty.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arysakty.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arysakty.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arysakty.wordpress.com&amp;blog=822559&amp;post=22&amp;subd=arysakty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-interaksionisme-simbol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">arysakty</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MERETAS JALAN SOSIOLOGI: konflik</title>
		<link>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-konflik/</link>
		<comments>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-konflik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 06:04:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arysakty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[sosiologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-konflik/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang direktur jatuh cinta pada seorang karyawatinya yang juga sedang memadu cinta dengan karyawan lain. Karyawan ini ternyata memang sudah dimak-comblangi oleh teman-temannya yang lain. Mereka tak tahu sebelumnya bahwa sang direktur menyimpan hati atas karyawati tersebut, karena kebetulan hanya karyawan dan karyawati tersebut yang belum menikah di sana. Apa yang terjadi? Konflik dalam perusahaan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arysakty.wordpress.com&amp;blog=822559&amp;post=21&amp;subd=arysakty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang direktur jatuh cinta pada seorang karyawatinya yang juga sedang memadu cinta dengan karyawan lain. Karyawan ini ternyata memang sudah dimak-comblangi oleh teman-temannya yang lain. Mereka tak tahu sebelumnya bahwa sang direktur menyimpan hati atas karyawati tersebut, karena kebetulan hanya karyawan dan karyawati tersebut yang belum menikah di sana. Apa yang terjadi? Konflik dalam perusahaan. Konflik yang akan berakhir dengan perubahan tatanan sosial dalam perusahaan tersebut. Sang direktur akan menjadi tak lagi fokus pada pekerjaannya, ia berusaha mencari waktu untuk memberi tugas pada karyawatinya. Pun hal ini juga dilakukan oleh karyawan yang sedang mabuk kepayang. Karyawati tersebut menjadi bingung. Struktur sosial perusahaan bisa berubah dengan sangat cepat. Jika anda seorang konsultan tenaga kerja dan dimintai nasehat untuk mengatasi masalah ini, apa yang akan anda lakukan? Dinamika sebuah sistem sosial terjadi atas peta konflik yang terjadi dalam sistem tersebut. Secara sederhana, inilah dasar cara pandang teori konflik yang akhirnya berbicara tentang banyak hal soal struktur sosial dan perubahannya.<span id="more-21"></span><br />
Selain kemunculan teoretisi neo-marxis, pergulatan antar kelas ekonomi menjadi inspirasi pula bagi lahirnya teori konflik. Sosiolog Jerman, Ralf Dahrendorf, menerangkan konflik kelas dalam masyarakat industrial pada tahun 1959. Teori ini sangat berbeda dari teori Marx karena ia menganalisis konflik tanpa memperhitungkan politik ekonomi yang ada (apakah kapitalisme atau sosialisme). Jika Marx bersandar pada PEMILIKAN alat produksi, maka Dahrendorf bersandar pada KONTROL atas alat produksi. Dalam terminologi Dahrendorf, pada masa pos-kapitalisme, kepemilikan akan alat produksi (baik sosialis atau kapitalis) tidak menjamin adanya kontrol atas alat produksi. Jadi, di luar Marxisme, ia mengembangkan beberapa terminologi dari Max Weber, antara lain bahwa sistem sosial itu dikoordinasi secara imperatif melalui otoritas/kekuasaan. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa teori Dahrendorf melakukan kombinasi antara fungsionalisme (tentang struktur dan fungsi masyarakat) dengan teori (konflik) antar kelas sosial. Teori sosial Dahrendorf berfokus pada kelompok kepentingan konflik yang berkenaan dengan kepemimpinan, ideologi, dan komunikasi di samping tentu saja berusaha melakukan berbagai usaha untuk menstrukturkan konflik itu sendiri, mulai dari proses terjadinya hingga intensitasnya dan kaitannya dengan kekerasan. Jadi bedanya dengan fungsionalisme jelas, bahwa ia tidak memandang masyarakat sebagai sebuah hal yang tetap/statis, namun senantiasa berubah oleh terjadinya konflik dalam masyarakat. Dalam menelaah konflik antara kelas bawah dan kelas atas misalnya, Dahrendorf menunjukkan bahwa kepentingan kelas bawah menantang legitimasi struktur otoritas yang ada. Kepentingan antara dua kelas yang berlawanan ditentukan oleh sifat struktur otoritas dan bukan oleh orientasi individu pribadi yang terlibat di dalamnya. Individu tidak harus sadar akan kelasnya untuk kemudian menantang kelas sosial lainnya.</p>
<p>Sebelumnya, Georg Simmel (1858–1918), sosiolog fungsionalis Jerman juga telah mencoba mendekati teori konflik dengan menunjukkan bahwa konflik merupakan salah satu bentuk interaksi sosial yang mendasar; berkaitan dengan sikap bekerja sama dalam masyarakat. Dalam hal ini Simmel mungkin salah seorang sosiolog pertama yang berusaha keras untuk mengkonstruksi sistem formal dalam sosiologi yang diabstraksikan dari sejarah dan detil pengalaman manusia. Analisisnya tentang efek ekonomi uang dalam perilaku manusia merupakan salah satu pekerjaannya yang penting. </p>
<p>Jika Simmel membedah teori sosial berdasarkan konfliknya, maka sosiolog konflik Amerika Serikat, Lewis Coser (1913-2003), bertitik berat pada konsekuensi-konsekuensi terjadinya konflik pada sebuah sistem sosial secara keseluruhan. Teorinya menunjukkan kekeliruan jika memandang konflik sebagai hal yang melulu merusak sistem sosial, karena konflik juga dapat memberikan keuntungan pada masyarakat luas di mana konflik tersebut terjadi. Konflik justru dapat membuka peluang integrasi antar kelompok. </p>
<p>Di Amerika Serikat, teori konflik muncul menjadi sebuah cabang teoretis oleh karena ketidaksukaan pada sosiologi fungsionalisme yang berkembang saat itu. C. Wright Mills, sosiolog Amerika 1960-an mengecam fungsionalisme melalui kritiknya tentang elit kekuasaan di Amerika saat itu. Perdebatan Mills dan fungsionalisme ini pada dasarnya menunjukkan bagaimana sosiologi telah berkarib dengan ideologi. Tuduhan yang paling besar adalah uraiannya tentang karya Parsons yang bermuatan ideologis dan menurutnya sebagian besar isinya kosong/hampa. Secara metodologi, Mills lebih mirip dengan mazhab Frankfurt atas kritiknya pada media massa, pemerintahan, dan militer. Salah satu contoh proposisinya yang kontroversial adalah bahwa menurutnya di Amerika terjadi paradoks demokrasi: bentuk pemerintahannya adalah demokrasi namun seluruh struktur organisasinya cenderung diubah ke bentuk oligarkhi, hanya sedikit yang memiliki kekuasaan politik. </p>
<p>Dalam sosiologi, teori konflik berdasar pada asumsi dasar bahwa masyarakat atau organisasi berfungsi sedemikian di mana individu dan kelompoknya berjuang untuk memaksimumkan keuntungan yang diperolehnya; secara tak langsung dan tak mungkin dihindari adalah perubahan sosial yang besar seperti revolusi dan perubahan tatanan politik. Teori konflik ini secara umum berusaha memberikan kritiknya pada fungsionalisme yang meyakini bahwa masyarakat dan organisasi memainkan peran masing-masing sedemikian seperti halnya organ-organ dalam tubuh makhluk hidup. </p>
<p>Ringkasnya, ada sedikitnya empat hal yang penting dalam memahami teori konfilk sosial, antara lain:<br />
1. kompetisi (atas kelangkaan sumber daya seperti makanan, kesenangan, partner seksual, dan sebagainya. Yang menjadi dasar interaksi manusia bukanlah KONSENSUS seperi yang ditawarkan fungsionalisme, namun lebih kepada KOMPETISI.<br />
2. Ketaksamaan struktural. Ketaksamaan dalam hal kuasa, perolehan yang ada dalam struktur sosial.<br />
3. Individu dan kelompok yang ingin mendapatkan keuntungan dan berjuang untuk mencapai revolusi.<br />
4. Perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari konflik antara keinginan (interes) yang saling berkompetisi dan bukan sekadar adaptasi. Perubahan sosial sering terjadi secara cepat dan revolusioner daripada evolusioner. </p>
<p>Dalam perkembangannya, teori konflik Mills, Dahrendorf, dan Coser berusaha disusun sintesisnya oleh sosiolog Amerika lain, Randall Collins, yang berusaha menunjukkan dinamika konflik interaksional. Menurut Collins, struktur sosial tidak mempunyai EKSISTENSI OBYEKTIF yang terpisah dari pola-pola interaksi yang selalu berulang-ulang dalam sistem sosial; struktur sosial memiliki EKSISTENSI SUBYEKTIF dalam pikiran individu yang menyusun masyarakat. Dalam hal ini, Collins mulai membagi apa yang MIKRO dan apa yang MAKRO. Mikrososial berarti hubungan interaksi antar individu dalam masyarakat, sementara makrososial berarti hasil dari interaksi antar individu dalam masyarakat tersebut. Collins sangat dipengaruhi tak hanya pendahulunya dalam teori konflik, namun juga pemikiran teori kritis dan fungsionalisme dan teori pertukaran sosial. Salah satu contoh yang menarik adalah pendapatnya tentang alat produksi mental, misalnya pendidikan dan media massa serta alat produksi emosional seperti tradisi dan ritualisme sosial. Semakin besar kepercayaan akan senjata-senjata mahal yang dipegang oleh suatu kelompok, semakin besar pula tentara mengambil bentuk hirarki komando. Di sisi lain, semakin besar persamaan dalam kelompok disatukan secara seremonial, semakin besar pula kenderungan agama menekankan ritus-ritus partisipasi massa dan ideal persaudaraan kelompok. Demikian seterusnya, seolah tercapai pertemuan antara teori struktur-fungsionalisme, teori konflik, dan interaksionisme simbol</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arysakty.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arysakty.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arysakty.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arysakty.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arysakty.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arysakty.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arysakty.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arysakty.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arysakty.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arysakty.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arysakty.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arysakty.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arysakty.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arysakty.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arysakty.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arysakty.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arysakty.wordpress.com&amp;blog=822559&amp;post=21&amp;subd=arysakty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-konflik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">arysakty</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MERETAS JALAN SOSIOLOGI: marxisme baru dan teori kritis</title>
		<link>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-marxisme-baru-dan-teori-kritis/</link>
		<comments>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-marxisme-baru-dan-teori-kritis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 06:02:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arysakty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[sosiologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-marxisme-baru-dan-teori-kritis/</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang bilang media massa itu jahat, karena media massa itu bisa membentuk opini publik. Ia bisa menggiring pendapat orang, dan membentuk sikap dari pendapat umum. Sinetron dan telenovela dikritik karena dapat membuai masyarakat dari keseharian persoalan, demikian pula MTv yang memiliki peluang menentukan genre musik yang tren saat ini atau kapanpun. Televisi yang menampilkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arysakty.wordpress.com&amp;blog=822559&amp;post=20&amp;subd=arysakty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak orang bilang media massa itu jahat, karena media massa itu bisa membentuk opini publik. Ia bisa menggiring pendapat orang, dan membentuk sikap dari pendapat umum. Sinetron dan telenovela dikritik karena dapat membuai masyarakat dari keseharian persoalan, demikian pula MTv yang memiliki peluang menentukan genre musik yang tren saat ini atau kapanpun. Televisi yang menampilkan hasil poling yang tak adil dikritik karena dapat mempengaruhi pasar pemilihan. Ini menjadi dasar teori kritis, teori yang muncul dari perubahan yang besar dalam pemikiran marxisme klasik. Ia menyentuh mode pakaian, aksen bicara, musik pop, dan sebagainya.</p>
<p><span id="more-20"></span><br />
Max Weber (1864-1920), pemikir sosial Jerman, mungkin adalah orang yang di zamannya paling merasa tertantang oleh determinisme ekonomi Marx yang memandang segala sesuatu dari sisi politik ekonomi. Berbeda dengan Marx, Weber dalam karya-karyanya menyentuh secara luas ekonomi, sosiologi, politik, dan sejarah teori sosial. Weber menggabungkan berbagai spektrum daerah penelitiannya tersebut untuk membuktikan bahwa sebab-akibat dalam sejarah tak selamanya didasarkan atas motif-motif ekonomi belaka. Weber berhasil menunjukkan bahwa ide-ide religius dan etis justru memiliki pengaruh yang sangat besar dalam proses pematangan kapitalisme di tengah masyarakat Eropa, sementara kapitalisme agak sulit mematangkan diri di dunia bagian timur oleh karena perbedaan religi dan filosofi hidup dengan yang di barat lebih dari pada sekadar faktor-faktor kegelisahan ekonomi atas penguasaan modal sekelompok orang yang lebih kaya. </p>
<p>Kegelisahan teoretis yang sama, bahwa marxisme klasik terlalu naif dengan mendasarkan segala motif tindakan atas kelas-kelas ekonomi memiliki dampak besar yang melahirkan teori kritis dan marxisme baru. Aliran ini dikenal sebagai Mazhab Frankfurt, sebuah kumpulan teori sosial yang dikembangkan di Institute for Social Research, yang didirikan di Frankfurt, Jerman pada tahun 1923. Mazhab ini terinspirasi dari pandangan-pandangan Marx, namun tidak lagi menjelaskan dominasi atas dasar perbedaan kelas ekonomi semata, melainkan atas otoritas penguasa yang menghalangi kebebasan manusia. Jika fokus marxisme klasik adalah struktur ekonomi politik, maka marxisme baru bersandar pada budaya dan ideologi. Kritisismenya terasa pada kritik-kritik yang dilontarkan atas ideologi-ideologi yang bersandar pada pendekatan psikolog klasik Austria, psikoanalisisme Sigmund Freud (1856-1939); tentang kesadaran, cara berfikir, penjajahan budaya, dan keinginan untuk membebaskan masyarakat dari kebohongan publik atas produk-produk budaya.</p>
<p>Sosiolog Mazhab Frankfurt Max Horkheimer (1895–1973) dan Theodor Adorno (1903-1969) membuat landasan instrumental agenda-agenda teoretis mazhab ini. Analisisnya berkenaan dengan pembedaan antara peradaban barat dan timur, dan bagaimana peradaban barat telah menyimpang dengan konsep rasionalitas yang bertujuan untuk menaklukkan dan mengatur alam semesta. Studi-studi yang mereka lakukan berlandaskan pada hal ini, diikuti oleh sosiolog Jerman-Amerika, Herbert Marcuse (1898-1979). Dalam perkembangannya, sosiolog Frankfurt termuda, Juergen Habermas, mengubah agenda Mazhab Frankfurt menjadi upaya emanisipatoris atas rasionalisme pencerahan. </p>
<p>Belakangan, pemikiran Mazhab Frankfurt ini telah mempengaruhi banyak sekali teoretisi sosial yang memfokuskan kritik pada obyek budaya seperti hiburan, musik, mode, dan sebagainya yang dinyatakan sebagai industri budaya. Dalam teori kritis atau neo-marxisme ini, sudah tidak ada lagi determinisme ekonomi dan tak lagi meyakini bahwa kaum miskin (proletar) akan menjadi agen perubahan sosial, namun bergerak ke kelompok sosial lain, seperti kaum radikal di kampus-kampus, dan sebagainya. Ini menjadi keyakinan mereka merupakan agen-agen untuk melakukan transformasi sosial di kemudian hari. </p>
<p>Hingga hari ini, neo-marxisme masih terus berkembang namun tidak banyak menuai perkembangan teoretis. Tradisinya hidup di studi-studi budaya, namun masih memiliki motif yang sama yaitu upaya pembukaan tabir dan motif-motif kapitalisme di tengah-tengah masyarakat.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arysakty.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arysakty.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arysakty.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arysakty.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arysakty.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arysakty.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arysakty.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arysakty.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arysakty.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arysakty.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arysakty.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arysakty.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arysakty.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arysakty.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arysakty.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arysakty.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arysakty.wordpress.com&amp;blog=822559&amp;post=20&amp;subd=arysakty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-marxisme-baru-dan-teori-kritis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">arysakty</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MERETAS JALAN SOSIOLOGI: strukturasi</title>
		<link>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-strukturasi/</link>
		<comments>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-strukturasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 06:00:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arysakty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[sosiologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-strukturasi/</guid>
		<description><![CDATA[Anthony Giddens, sosiolog Inggris mengembangkan apa yang disebutnya sebagai sosiologi sehari-hari. Sosiologi didasarkan pada pemahamannya atas STRUKTURASI dalam sistem sosial. Teori ini ditawarkan dalam kerangkan membahas pertanyaan-pertanyaan seperti apakah agen manusia atau kekuatan sosial yang besarkah yang membentuk masyarakat &#8211; bagaimana interaksi MIKROSTRUKTUR dengan MAKROSTRUKTURnya. Teori strukturasi menunjukkan bahwa agen manusia secara kontinu mereproduksi struktur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arysakty.wordpress.com&amp;blog=822559&amp;post=19&amp;subd=arysakty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anthony Giddens, sosiolog Inggris mengembangkan apa yang disebutnya sebagai sosiologi sehari-hari. Sosiologi didasarkan pada pemahamannya atas STRUKTURASI dalam sistem sosial. Teori ini ditawarkan dalam kerangkan membahas pertanyaan-pertanyaan seperti apakah agen manusia atau kekuatan sosial yang besarkah yang membentuk masyarakat &#8211; bagaimana interaksi MIKROSTRUKTUR dengan MAKROSTRUKTURnya. Teori strukturasi menunjukkan bahwa agen manusia secara kontinu mereproduksi struktur sosial &#8211; artinya individu dapat melakukan perubahan atas struktur sosial</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arysakty.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arysakty.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arysakty.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arysakty.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arysakty.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arysakty.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arysakty.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arysakty.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arysakty.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arysakty.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arysakty.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arysakty.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arysakty.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arysakty.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arysakty.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arysakty.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arysakty.wordpress.com&amp;blog=822559&amp;post=19&amp;subd=arysakty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-strukturasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">arysakty</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MERETAS JALAN SOSIOLOGI: pertukaran sosial</title>
		<link>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-pertukaran-sosial/</link>
		<comments>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-pertukaran-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 05:57:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arysakty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[sosiologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-pertukaran-sosial/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kita berteman dengan seseorang, mungkinkah kita tidak mengharapkan sesuatu apapun darinya? Kita ingin dia membantu kita dalam kesusahan, mendengar dan memberi nasihat tatkala kita membutuhkan, menghibur tatkala lagi be-te, dan seterusnya. Mengapa hal ini terjadi? Karena memang persahabatan juga membutuhkan biaya, dan setelah biaya itu dibayarkan dalam persahabatan tentu kita membutuhkan imbalan dari biaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arysakty.wordpress.com&amp;blog=822559&amp;post=18&amp;subd=arysakty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau kita berteman dengan seseorang, mungkinkah kita tidak mengharapkan sesuatu apapun darinya? Kita ingin dia membantu kita dalam kesusahan, mendengar dan memberi nasihat tatkala kita membutuhkan, menghibur tatkala lagi be-te, dan seterusnya. Mengapa hal ini terjadi? Karena memang persahabatan juga membutuhkan biaya, dan setelah biaya itu dibayarkan dalam persahabatan tentu kita membutuhkan imbalan dari biaya tersebut. </p>
<p>Hal-hal individualistik seperti ini yang menjadi dasar pijak teori pertukaran sosial, sebuah teori sosial yang bersandar pada perilaku antar individu. Teori ini dicoba distrukturkan oleh sosiolog Inggris, George Homans (1910-1989), yang saat itu berseteru secara teoretis dengan antropolog Perancis, Claude Levi-Strauss. Levi-Strauss banyak berkecimpung dalam penelitian masyarakat primitif, dan menurutnya pertukaran sosial adalah hal yang paling bisa menggambarkan motif interaksi antara manusia secara primitif. <span id="more-18"></span>Hal ini diamatinya mulai dari proses pernikahan dan sistem kerabatan masyarakat primitif. Ia menunjukkan bagaimana pertukaran dalam sistem sosial dapat berupa pertukaran terbatas (restricted exchange) dan pertukaran diperluas (generalized exchange).<br />
Pertukaran terbatas ada di antara dua orang (dyad) secara langsung, digambarkan:</p>
<p>A  B, C  D, dan seterusnya.</p>
<p>Pertukaran diperluas ditemukan dengan melibatkan banyak orang (triadik dan seterusnya), misalnya interaksi:</p>
<p>A -&gt; B -&gt; C -&gt; A, dan seterusnya.</p>
<p>Sebagai contoh, Levi-Strauss menunjukkan bahwa pola di mana seseorang mengawini putri saudara ibunya menyumbangkan tingkat solidaritas sosial yang lebih tinggi daripada pola lain di mana seeorang mengawini putri saudara bapaknya. Menurutnya, hal ini terjadi karena pola perkawinan terdahulu, yaitu perkawinan putri saudara ibu lebih sering terjadi dalam masyarkat primitif daripada pola kedua. Hal ini dijelaskannya secara detail melalui model pertukaran terbatas dan pertukaran diperluas.</p>
<p>Homans, mengajukan tiga konsep yang berbeda untuk menjelaskan pertukaran sosial, yaitu:<br />
1. aktivitas, sebagai perilaku aktual yang digambarkan secara konkrit<br />
2. interaksi, sebagai kegiatan yang mendorong atau didorong oleh kegiatan orang lain<br />
3. sentimen, sebagai kegiatan yang dilakukan atas prakiraan subyektif dan akal sehat individu</p>
<p>Dari konsep ini ia bergerak lebih jauh untuk menerangkan bagaimana konsep biaya dan imbalan dalam struktur sosial. </p>
<p>Sosiolog Amerika Peter Blau, mengembangkan teori pertukaran yang lebih komprehensif, yaitu analisis pertukaran antar individu dalam organisasi yang kompleks; bagaimana pertukaran di tingkat MIKRO sebagaimana yang diterangkan oleh Homans dalam kebrojolan organisasi sosial yang besar di tingkat MAKRO. Pertukaran-pertukaran di tingkat individu ini membrojolkan institusi sosial, dan cara untuk mengamati pertukaran sosial di tingkat mikro adalah dengan menggunakan pendekatan-pendekatan psikologis individu seperti dukungan sosial, dan sebagainya. Ia banyak berbicara tentang bagaimana pertukaran yang tak seimbang menimbulkan dominasi sosial, strategi dalam pertukaran sosial, dan bagaimana sebuah struktur kekuasaan menjadi stabil dan seimbang</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arysakty.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arysakty.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arysakty.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arysakty.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arysakty.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arysakty.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arysakty.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arysakty.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arysakty.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arysakty.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arysakty.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arysakty.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arysakty.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arysakty.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arysakty.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arysakty.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arysakty.wordpress.com&amp;blog=822559&amp;post=18&amp;subd=arysakty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi-pertukaran-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">arysakty</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MERETAS JALAN SOSIOLOGI</title>
		<link>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi/</link>
		<comments>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 05:53:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arysakty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[sosiologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi/</guid>
		<description><![CDATA[MERETAS JALAN SOSIOLOGI: fungsionalisme Sebuah pemerintahan negara biasanya memiliki sebuah lembaga informal yang mengumpulkan diskusi di antara berbagai macam ahli dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari teologi, fisika, kimia, biologi, sosiologi, kriminologi, antropologi, ekonomi, aktivis LSM, dan sebagainya. Bagaimana kira-kira diskusi mereka jika ada sebuah isu yang dilemparkan ke mereka sebagai titik tolak kebijakan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arysakty.wordpress.com&amp;blog=822559&amp;post=17&amp;subd=arysakty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MERETAS JALAN SOSIOLOGI: fungsionalisme </p>
<p>Sebuah pemerintahan negara biasanya memiliki sebuah lembaga informal yang mengumpulkan diskusi di antara berbagai macam ahli dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari teologi, fisika, kimia, biologi, sosiologi, kriminologi, antropologi, ekonomi, aktivis LSM, dan sebagainya. Bagaimana kira-kira diskusi mereka jika ada sebuah isu yang dilemparkan ke mereka sebagai titik tolak kebijakan yang dilakukan pemerintahnya? Bisa kita bayangkan bahwa dari satu isu kecil, maka berbagai macam perdebatan bisa muncul di sana. Masing-masing berbicara dari sudut pandang masing-masing, karena mereka memang memiliki fungsi yang berbeda dalam masyarakat, demikian pula hasil pengamatan mereka dan pendapat mereka. Fungsi-fungsi apa yang membentuk struktur masyarakat? <span id="more-17"></span>Bagaimana jika salah satu atau beberapa fungsi tersebut lumpuh? Coba bayangkan tubuh manusia yang ginjalnya sakit, atau kakinya terkilir, giginya berlubang, atau bibirnya terkena sariawan. Maka tubuhnya akan runtuh, jatuh dan tak mampu lagi beraktivitas sebagaimana biasa. Seluruh tubuh rasanya sakit, mendengar suara berisik sedikit saja kemarahan meledak, kepala nyut-nyut-nyut, padahal sebenarnya hanya karena gigi yang sakit. Fungsionalisme melihat sistem sosial ibarat tubuh, yang jika satu bagian sakit, maka seluruh anggota tubuh lain harus diupayakan menyembuhkannya, agar ia dapat beraktivitas seperti biasa. </p>
<p>Emile Durkheim (1858-1917), sosiolog Perancis yang pikirannya sangat dipengaruhi oleh Auguste Comte, merupakan sosiolog yang sangat mendambakan pendekatan ilmiah dalam memahami fenomena sosial. Teorinya berawal dari pemahaman bahwa kelompok manusia memiliki sifat yang lebih dari atau sama dengan jumlah dari sifat-sifat individual yang menyusun kelompok tersebut. Dari sini ia menerangkan banyak hal, bahwa sistem sosial seimbang oleh karena adanya nilai-nilai yang dianut bersama oleh individu, seperti nilai moral dan agama. Inilah yang mengikat individu dalam kelompok masyarakat. Rusaknya nilai-nilai ini berarti rusaknya kesetimbangan sosial; melalui ketidaknyamanan pada individu-individu masyarakatnya. Contohnya yang terkenal adalah kasus bunuh diri. Menurutnya, orang bunuh diri karena hilangnya rasa memiliki dan dimiliki orang tersebut dalam masyarakat. </p>
<p>Secara ekstrim, fungsionalis berfikir bahwa masyarakat pada awalnya disusun oleh individu yang ingin memenuhi kebutuhan biologisnya secara bersama, namun pada akhirnya berkembang menjadi kebutuhan-kebutuhan sosial. Kelanggengan kolektif ini membentuk nilai masyarakat, dan nilai inilah yang membuat masyarakat tetap seimbang. </p>
<p>Sosiolog Amerika Serikat, Talcott Parsons (1902-1979), diklaim sebagai seorang fungsionalis. Teorinya didasarkan pada mekanisme sosial dalam masyarakat dan prinsip-prinsip organisasi di dalamnya. Pengembangan ini disebut juga struktural-fungsionalisme. Dalam pandangan ini, masyarakat tersusun atas bagian-bagian seperti misalnya rumah sakit, sekolah, pertanian, dan seterusnya yang terbagi berdasarkan fungsinya. </p>
<p>Secara ringkas, fungsionalis melihat masyarakat ibarat sebuah organisme, makhluk hidup yang bisa sehat atau sakit. Ia sehat jika bagian-bagian dari dirinya (kelompok fungsional, individu) memiliki kebersamaan satu sama lain. Jika ada bagiannya yang tidak lagi menyatu secara kolektif, maka kesehatan dari masyarakat tersebut terancam, atau sakit. Dalam hal ini hukuman/sanksi sosial terhadap penjahat dapat dipandang sebagai cara untuk mencegah sakitnya sistem sosial.</p>
<p>Salah seorang fungsionalis Amerika yang lain, Robert K. Merton (1911-2003) menggunakan terminologi fungsionalisme taraf menengah. Secara teoretis, Merton memiliki perspektif yang sama dengan sosiolog fungsionalisme pendahulunya, namun yang menjadi sorotan utamanya adalah pengembangan teori sosial taraf menengah. Dalam pengertian Merton, teori taraf menengah adalah teori yang terletak di antara hipotesis kerja yang kecil tetapi perlu, yangberkembang semakin besar dari hari ke hari, dan usaha yang mencakup semuanya untuk mengembangkan suatu teori terpadu yang akan menjelaskan semua keseragaman yang diamati dalam perilaku sosial, organisasi sosial, dan perubahan sosial. Hal ini adalah responnya terhadap semangat Parsons yang hingga akhir hidupnya ingin menyelesaikan teori tunggal tentang sistem sosial (grand unified social theory). </p>
<p>Menurut Merton, teoretisi sosial dalam pengamatannya harus membedakan antara motif dan fungsi sosial. Motif sosial itu lebih bersifat pribadi daripada fungsi sosial itu sendiri. Misalnya, dalam sebuah masyarakat terdapat doktrin yang mengandung fungsi sosial untuk mempertahankan komunitas tersebut, yaitu mempunyai anak. Jika seseorang melahirkan anak, kebahagiaan orang tersebut dan keluarganya lebih kepada motif pribadi, cinta kasih, penyesuaian diri dengan kondisi sosial, dan sebagainya lebih daripada fungsi sosialnya yaitu untuk mempertahankan komunitas. Dalam hal ini, perlu dibedakan dua fungsi sosial, yaitu fungsi manifes dan fungsi laten. Fungsi manifes adalah fungsi yang diketahui dan dimafhumi oleh individu-individu dalam sistem sosial tersebut, sementara fungsi laten adalah fungsi yang tak diketahui. Hal ini menjelaskan tentang terjadinya pola-pola konsekuensi disfungsional dari tindakan individu dalam masyarakat. Disfungsional maksudnya konsekuensi yang justru memperkecil kemampuan bertahannya masyarakat tersebut. Contoh yang menarik untuk ini adalah berkembangnya sekte agama atau suku tertentu; jelas sekali fungsi manifes yang terkandung dari ajaran atau doktrin yang ada dalam agama atau suku tersebut adalah untuk membangun solidaritas sesama manusia dalam kelompok tersebut. Namun di sana terdapat fungsi laten, yaitu fanatisme kelompok yang besar, yang bisa memunculkan disfungsi konsekuensi, perang atau teror antar kelompok agama atau suku yang justru sangat berbeda maksudnya dengan fungsi manifesnya, yaitu membangun solidaritas sesama manusia dalam kelompok yang lebih besar.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arysakty.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arysakty.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arysakty.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arysakty.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arysakty.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arysakty.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arysakty.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arysakty.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arysakty.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arysakty.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arysakty.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arysakty.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arysakty.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arysakty.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arysakty.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arysakty.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arysakty.wordpress.com&amp;blog=822559&amp;post=17&amp;subd=arysakty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arysakty.wordpress.com/2008/05/19/meretas-jalan-sosiologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">arysakty</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
